Didjeridu

Aboriginal_Didj_Player_F450

Pada jaman dahulu kala, waktu manusia  masih  dengan pola mengumpulkan makanan untuk mempertahankan hidup, dan tinggal di gua-gua alam, disitulah  ihwal cerita awal mula Didjeridu ada. Ketika salah satu  anggota dari salah satu suku pedalam mencari makanan, dia menemukan sebuah kayu yang berlubang yang didiami oleh binatang kecil, digoyang-goyangkanlah kayu itu untuk mengeluarkan makanan di dalamnya-(binatang kecil). Dia juga mencoba dengan meniup untuk mencoba mengeluarkan binatang itu. Pada saat meniup kayu  dia merasa surprise dengan bunyi suara yang muncul. Merasa suka dan senang, ditiupnya berkali – kali tanpa henti. Pada saat menoleh ke belakang dilihatnya anggota suku yang lain mulai bertepuk tangan dan menari mengiringi suara musik yang keluar dari balok kayu tersebut.  Sejak saat itulah kemudian kayu berlubang yang  diberi nama Didjeridu dipakai sebagai alat musik untuk mengiringi kelompok suku tersebut bernyanyi dan menari. Ini adalah salah satu dari puluhan cerita tentang asal muasal alat musik Didjeridu, yang berasal dari The Northern Territory Australia.

Didjeridu merujuk cerita diatas adalah instrumen musik dari suku Aborigin Australia yang ada di bagian utara (The North Australian Aboriginal). Biasanya dimainkan bersamaan dengan stik kayu yang dipukulkan pada sisi luar Didjeridu yang berfungsi sebagai pengatur ritme suara. Seperti cerita sebelumnya juga, disebutkan bahwa Dijeridu terbuat dari sebatang kayu berlobang berbentuk memanjang dengan bermacam ukuran ada yang berukuran 1.5 m bahkan ada yang berukuran 2.5 m, biasanya berbentuk mengecil keatas dan di mainkan hampir serupa dengan meniup terompet. Kayu tersebut bisa berasal dari satu pohon atau berasal dari cabang sebuah pohon. Lubang dari pohon tersebut secara alami dihasilkan dari termite/ rayap yang memakan bagian tengahnya.

Sarang termite atau rayap banyak sekali di temukan di bagian Utara Australia, hampir jutaan atau bahkan tidak bisa dihitung, untuk itulah kemudian menjadikan satu alasan juga kenapa alat musik Didjeridu ini menjadi ciri khas dari suku Aborigin Australia di bagian utara.

Pada saat sekarang ini banyak kita jumpai macam jenis Didjeridu, ada yang terbuat dari bambu, ada yang terbuat dari kayu, dan ada juga yang terbuat dari paralon. Ukurannya pun bermacam-macam dari 50 cm untuk kepentingan aksesoris atau cindera mata bagi wisatawan yang berkunjung ke Australia, 1 meter, atau bahkan 2.5 meter yang biasanya digunakan sebagai instrumen musik.

Minggu kemaren kebetulan, aku sempat di undang oleh paman istriku untuk makan siang, merayakan hari ulang tahunnya. Disela sela menunggu makan siang siap, aku bermain gitar dan bernyanyi, eh tiba – tiba saja paman istriku mengeluarkan Didjeridu, dan akhirnya kita bermain musik bersama. Hampir tiga tahun lebih aku berada di Australia tapi sama sekali tak pernah menyentuh atau memainkan alat musik yang berama Didjeridu. Tak lama kemudian karena rasa penasaran aku meminta ijin untuk memainkannya. Pada awalnya aku rasa sangat susah sekali memainkan alat musik ini, dan akhirnya berhasil walaupun secara teknik boleh dikatakan salah.

Sesudah acara, dan sesampai dirumah karena rasa penasaran aku coba cari informasi di youtube, tentang bagaimana bermain Didjeridu dengan benar ? ternyata disana diterangkan ada teknik yang dinamakan circular breathing yang bisa membuat orang meniup Didjeridu tanpa terputus karena kehabisan napas. Pemain Didjeridu yang handal bisanya bisa memainkan alat musik ini selama 10 menit tanpa henti dan dengan berbagai macam suara yang bisa dihasilkan.

Akhirnya hampir  selama satu minggu belajar, usahaku tidak sia-sia. Akupun berhasil memainkan alat musik ini walaupun tak bagus-bagus amat :-).

Leave a Reply