Home » Article / Essay / Opinion / Sketch » Mari menanam walaupun tanah cuma sejengkal

Mari menanam walaupun tanah cuma sejengkal

menanam2 menanam 1 menanam8

Teringat akan cerita seorang teman puluhan tahun silam yang saat itu baru pulang dari kunjungannya ke Kuba. Sebuah negara yang kerap mendapatkan sangsi dari dunia Internasional, embargo adalah tindakan yang dilakukan oleh dunia Internasional khususnya Amerika Serikat terhadap Kuba, untuk mengucilkannya dari pergaulan antar negara di dunia. Embargo inilah yang menyebabkan Kuba begitu kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok bagi rakyatnya. “Tapi Presiden Castro tidak kehabisan akal”, kata temanku. Dia perintahkan seluruh rakyat Kuba untuk menanam apa saja yang bermanfaat memenuhi kebutuhan hidup walau pun hanya memiliki tanah cuma sejengkal. Langkah ini ternyata membuahkan hasil, walaupun di embargo bertahun-tahun tapi rakyat Kuba masih tetap bertahan dan negara Kuba masih eksis hingga sekarang.

menanam12 menanam 11 menanam10

Bicara soal ketahanan pangan adalah penting sebuah peran pemerintah di negara manapun untuk menjaga pasokan pangan. Ketahanan dan kedaulatan pangan inilah yang bisa dijadikan salah satu tolak ukur satu bangsa  dikatakan mumpuni dan makmur. Ketahanan pangan bukan hanya terjaminnya ketersediaan barang/pangan saja, semisal pada jaman Orde baru kita sempat swasembada beras bahkan sempat mengekspor beras kebeberapa negara tetangga kita, tapi kemudian memunculkan  masalah, tidak berkelanjutan akibat dari proses penanaman yang hanya berorientasi pada produksi tanpa memperhatikan kesuburan tanah dan  bahkan menimbulkan  kerusakan unsur hara. Akibatnya sangat fatal,  seperti  satu dosa turunan yang membuat kita di Indonesia belakangan ini menjadi vulnerable, kondisinya menjadi berbalik, kini  semua bahan makanan pokok  sebagian besar malah didatangkan dari luar, kita menjadi pengimpor, musnahlah sudah cerita negeri gemah ripah loh jinawi ditambah lagi  dengan beberapa kebijakan pemerintah 10 tahun terakhir, yang sangat tidak berpihak pada petani. Kedaulatan pangan adalah bagaimana kita juga bisa memproduksi dan mengolah sendiri dari tanah yang kita cintai ini,  dengan lebih bijak memperlakukan tanah layaknya kita menghormati ibu kita sendiri, tanpa ada setitik pun niatan untuk kembali memperkosanya. Dengan begitu hasilnya pun ddijamin akan memuaskan dan berkelanjutan dan kita tidak lagi  tergantung pada pasokan dari luar, terlebih jika kemudian disokong oleh produk undang-undang yang lebih berpihak pada petani dan pertanian.

menanam9 menanam 7 menanam6

Memang di jaman sekarang sudah tak  banyak orang berminat untuk kembali menjadi petani, selain tanah yang sudah mulai tidak subur  karena pemakain pupuk kimia pada saat revolusi hijau jaman orba, juga faktor tidak adanya perhatian yang cukup serius oleh pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian. Dalam kondisi seperti ini, sebetulnya kita tidak usah berkecil hati. Kita bisa memulainya kembali dan menggalakkan ketahanan dan kedaulatan pangan kita, dimulai dari adanya inisiatif   tiap individu di masyarakat Indonesia,  atau komunitas lainnya baik melalu pendampingan terhadap kelompok petani, atau menggalakkan pertanian organik misalnya,  bisa diharapkan  menarik perhatian pemerintah, serta mengingatkan pada pemegang kebijakan bahwa ini adalah hal serius,  bahwa Indonesia adalah negara agraris selain juga negara maritim. Dua bidang pokok inilah yang harusanya dikembangkan di masa depan.

Atau mungkin juga kita bisa mengambil pola seperti  apa yang dilakukan oleh rakyat Kuba. Kita bisa  menanam apa saja dihalaman depan atau belakang rumah walaupun cuma satu jengkal. Aku pikir kecintaan untuk  menanam akan membuahkan sesuatu yang baik, pertama akan mengurangi gaya konsumtif, karena beberapa persediaan pangan bisa didapatkan dari kebun- kebun yang kita tanami, ke dua juga membantu memperbanyak oksigen dan membuat lingkungan menjadi lebih hijau, ketiga ketahanan pangan dan kedaulatan pangan itu bisa kita wujudkan dalam skala kecil yakni ditingkat keluarga kita sendiri, kalaupun ada lebih dari hasil kebun, bisa dibagikan pada tetangga sebelah rumah, atau mungkin kita bisa mem-barter dengan mereka jika tetangga menanam sesuatu yang berbeda, menarik bukan !

menanam 5 menanam4 menanam3

Itulah yang sementara ini yang Aku lakukan, satu perbuatan kecil, menanam apapun yang menurutku bermanfaat terutama untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Di kebun aku bisa menanan bayam, kacang, jagung, bawang putih, kemangi, cabe, daun salad, sereh, tomat, asparagus, wortel, juga ada buah semisal strowberry, murberry, dan blue berry. Sungguh menyenangkan melihatnya mulai berbuah dan  siap untuk di panen. Bagiku hal ini sangat luar biasa, dengan adanya tanaman sayur mayur dikebun, aku bisa mengirit penguluaran belanjaan untuk kebutuhan dapur. Di sini di negeri orang sangat berbeda sekali dengan tempat aku dilahirkan. Harga sayur mayur sangat mahal jika kita mau bandingkan. Tak kebayangkan kalau satu batang serai di Indonesia misalnya, kita mungkin akan bisa membelinya dengan harga 500 rupiah, tapi di Australia aku harus membayarnya dengan harga hampir 25 ribu rupiah. Meskipun begitu bukan berarti dengan murahnya kebutuhan pokok di Indonesia kawan-kawan lalu malas untuk menanam. Yang perlu dingat itu, bahwa banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menanam, tentu kawan-kawan masih ingat ketika masih kecil suka menyayikan lagu…”cangkul-cangkul-cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita….” secara lebih dalam kalau aku renungkan dan boleh menafsirkan, lagu itu seakan ingin menyampaikan satu pesan agar kita bisa bersama sama mewujudkan satu ketahanan dan kedaulatan pangan, minimal kita sendiri dan harapannya bagi negeri kita Indonesia yang kita cinta.  :-)

 

Leave a Reply